Minggu, 30 September 2012

"Saling Ketergantungan"


Karena kutahu dirimu dan diriku memiliki perbedaan yang saling melengkapi,
maka kuingin perbedaan itu membuat kita selalu bersama
Kutahu kau memiliki kelebihan di atas kekuranganku,
maka kuletakkan kekuranganku itu di atas kelebihanmu
kau pun tahu aku memiliki kelebihan di atas kekuranganmu,
maka kau letakkan kekuranganmu itu di atas kelebihanku.
Kesempurnaan menjadi milik kita, karena kelebihanmu bertemu dengan kekuranganku dan kelebihanku bertemu dengan kekuranganmu.
Maka sungguh kita bisa karena kita bersama. (Kau dan Aku Tahu)
           
Kita adalah makhluk sosial,  yang hidup berkelompok dan bersama. Tanpa orang lain hidup kita tidak berarti apa-apa, kita dan orang lain adalah sama posisinya. Sama-sama saling membutuhkan, mereka butuh uluran tangan kita dan kita pun butuh uluran tangan mereka.

Kita tidak dapat membayangkan betapa ngerinya seandainya kita hanya hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, jangankan seperti itu diasingkan saja dari pergaulan rasanya sudah cukup menyakitkan apalagi jika harus hidup sendiri. Dimana semua beban hidup harus ditanggung sendiri,  semua pekerjaan dikerjaan sendiri dan segala pemenuhan kebutuhan harus perolehan sendiri.

Mungkin orang yang paling mandiri pun di dunia ini pasti membutuhkan bantuan dan kerjasama orang lain. Kemandirian bukanlah berarti segalanya karena diri sendiri, namun kemandirian berarti kita tidak senantiasa menggantungkan hidup kepada orang lain dan tidak juga menepikan bantuan orang lain. Justru bagaimana kita meletakkan kelebihan di atas kekurangan orang lain dan meletakkan kekurangan di atas kelebihan orang lain, kemandirian hanyalah dasar pembentukan kepercayaan diri yang sangat penting di dalam membangun kesuksesan.

Mari kita belajar dari alam sekitar yang hampir semuanya megalami saling ketergantungan. Kita belajar dari siklus udara yang dihirup, udara yang kita hirup terdiri dari beberapa unsur di antaranya dua bagian penting; satu bagian yang cocok bagi pernapasan, yang dalam ilmu kimia disebut oksigen dan bagian keduanya membahayakan pernapasan disebut dengan karbondioksida.

Dalam hal ini merupakan kesatuan hubungan yang membentuk rantai kehidupan, bahwasanya bagian yang berbahaya bagi diri kita ternyata digunakan untuk bernapas oleh tumbuh-tumbuhan dan hal itu bermanfaat baginya. Mari kita perhatikan pada saat kita menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, tumbuh-tumbuhan melakukan hal sebaliknya yakni menghirup karbondioksida dan mengeluarkan oksigen.

Jalinan hubungan ini memberikan gambaran kepada kita bahwa betapa indah dan teraturnya kerjasama manusia dengan tumbuhan dalam hal paling mendasar untuk kelangsungan hidupnya, sehingga darinya kita tahu kekurangan kita terletak pada apa yang kita keluarkan berupa karbondioksida yang membahayakan pernapasan sementara berguna bagi tumbuh-tumbuhan dan kelebihan tumbuh-tumbuhan dari apa yang mereka berikan berupa oksigen yang bermanfaat bagi kita.

Inti dari hidup ini adalah bagaimana kita hidup bersama, yang dengannya kita bisa bekerjasama, saling memberi tanpa ada yang dirugikan dan dapat saling melengkapi. Karena saling ketergantungan bukanlah berarti hanya diri kita yang ingin diberi demikian pula sebaliknya, namun saling ketergantungan berarti kita saling percaya bahwa kita butuh orang lain dan orang lain butuh dengan kita sehingga kita dapat saling memberi, saling membantu, dapat bekerjasama dan saling melengkapi atas kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.

Jika selama ini kita hanya senantiasa ingin diberi tanpa mau memberi dan hanya selalunya mau mengorbankan orang lain tanpa mau berkorban, maka mulailah untuk selalu memberi karena sungguh lebih mulia orang yang memberi daripada orang yang menerima. Sebagaimana pesan nabi; “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Dan “Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak manfatnya bagi orang lain.”
  

By: Wendy el Jufri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • Popular
  • Categories
  • Archives