Karena
kutahu dirimu dan diriku memiliki perbedaan yang saling melengkapi,
maka
kuingin perbedaan itu membuat kita selalu bersama
Kutahu
kau memiliki kelebihan di atas kekuranganku,
maka
kuletakkan kekuranganku itu di atas kelebihanmu
kau
pun tahu aku memiliki kelebihan di atas kekuranganmu,
maka
kau letakkan kekuranganmu itu di atas kelebihanku.
Kesempurnaan
menjadi milik kita, karena kelebihanmu bertemu dengan kekuranganku dan
kelebihanku bertemu dengan kekuranganmu.
Maka
sungguh kita bisa karena kita bersama. (Kau dan Aku Tahu)
Kita
adalah makhluk sosial, yang hidup berkelompok dan bersama. Tanpa orang
lain hidup kita tidak berarti apa-apa, kita dan orang lain adalah sama
posisinya. Sama-sama saling membutuhkan, mereka butuh uluran tangan kita dan
kita pun butuh uluran tangan mereka.
Kita
tidak dapat membayangkan betapa ngerinya seandainya kita hanya hidup sendiri
tanpa bantuan orang lain, jangankan seperti itu diasingkan saja dari pergaulan
rasanya sudah cukup menyakitkan apalagi jika harus hidup sendiri. Dimana semua
beban hidup harus ditanggung sendiri, semua pekerjaan dikerjaan sendiri
dan segala pemenuhan kebutuhan harus perolehan sendiri.
Mungkin
orang yang paling mandiri pun di dunia ini pasti membutuhkan bantuan dan
kerjasama orang lain. Kemandirian bukanlah berarti segalanya karena diri
sendiri, namun kemandirian berarti kita tidak senantiasa menggantungkan hidup
kepada orang lain dan tidak juga menepikan bantuan orang lain. Justru bagaimana
kita meletakkan kelebihan di atas kekurangan orang lain dan meletakkan kekurangan
di atas kelebihan orang lain, kemandirian hanyalah dasar pembentukan
kepercayaan diri yang sangat penting di dalam membangun kesuksesan.
Mari
kita belajar dari alam sekitar yang hampir semuanya megalami saling
ketergantungan. Kita belajar dari siklus udara yang dihirup, udara yang kita
hirup terdiri dari beberapa unsur di antaranya dua bagian penting; satu bagian
yang cocok bagi pernapasan, yang dalam ilmu kimia disebut oksigen dan bagian
keduanya membahayakan pernapasan disebut dengan karbondioksida.
Dalam
hal ini merupakan kesatuan hubungan yang membentuk rantai kehidupan, bahwasanya
bagian yang berbahaya bagi diri kita ternyata digunakan untuk bernapas oleh
tumbuh-tumbuhan dan hal itu bermanfaat baginya. Mari kita perhatikan pada saat
kita menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, tumbuh-tumbuhan
melakukan hal sebaliknya yakni menghirup karbondioksida dan mengeluarkan
oksigen.
Jalinan
hubungan ini memberikan gambaran kepada kita bahwa betapa indah dan teraturnya
kerjasama manusia dengan tumbuhan dalam hal paling mendasar untuk kelangsungan
hidupnya, sehingga darinya kita tahu kekurangan kita terletak pada apa yang
kita keluarkan berupa karbondioksida yang membahayakan pernapasan sementara
berguna bagi tumbuh-tumbuhan dan kelebihan tumbuh-tumbuhan dari apa yang mereka
berikan berupa oksigen yang bermanfaat bagi kita.
Inti
dari hidup ini adalah bagaimana kita hidup bersama, yang dengannya kita bisa
bekerjasama, saling memberi tanpa ada yang dirugikan dan dapat saling
melengkapi. Karena saling ketergantungan bukanlah berarti hanya diri kita yang
ingin diberi demikian pula sebaliknya, namun saling ketergantungan berarti kita
saling percaya bahwa kita butuh orang lain dan orang lain butuh dengan kita
sehingga kita dapat saling memberi, saling membantu, dapat bekerjasama dan
saling melengkapi atas kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.
Jika
selama ini kita hanya senantiasa ingin diberi tanpa mau memberi dan hanya
selalunya mau mengorbankan orang lain tanpa mau berkorban, maka mulailah untuk
selalu memberi karena sungguh lebih mulia orang yang memberi daripada orang
yang menerima. Sebagaimana pesan nabi; “Tangan di atas lebih baik
daripada tangan di bawah.” Dan “Sebaik-baik manusia ialah yang
paling banyak manfatnya bagi orang lain.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar