Sabtu, 29 September 2012

"BELAJAR DARI KEGAGALAN"


Kegagalan merupakan bagian dari kesuksesan, gagal dan sukses selalu beriringan. Sulit untuk memisahkan kegagalan dengan kesuksesan karena tanpa kegagalan kesuksesan tiada berarti, seni dari kesuksesan terletak pada seberapa jeli menghadapi kegagalan. Demikian pula tanpa kesuksesan kegagalan hanyalah berupa kekalahan, nikmatnya kegagalan berada pada kesuksesan yang diraih. Dan nuansa kegagalan menjadi kenangan saat meraih kesuksesan.

Jika kegagalan saling melengkapi dengan kesuksesan maka kegagalan tidaklah menjadi kekakalahan dan kesuksesan akan menjadi kemenangan. Mereka yang takut gagal berarti mereka telah takut untuk sukses, karena mereka yang mau sukses akan berani untuk menghadapi kegagalan. Jika hanya ingin sukses tapi menepikan kegagalan akan sulit menerima kenyataan dan sulit memulai kesuksesan, kesuksesan dibangun atas dasar kepercayaan. Percaya bahwa selain kesuksesan ada kegagalan, setelah kegagalan ada kesuksesan, kegagalan tidak selamanya  menjadi gagal dan kesuksesan tidak selamanya menjadi sukses.

Kegagalan dan kesuksesan ibarat langkah kaki yang saling bergantian, setelah kaki kanan di depan berikutnya akan menyusul kaki kiri. Demikian seterusnya hingga kaki tidak lagi melangkah, tapi selama kaki terus melangkah maka selama itu pula akan saling bergantian dan beriringan. Seperti itu pulah dengan kesuksesan dan kegagalan, jika hari ini kita gagal esok hari boleh jadi menuai kesuksesan dan jika hari ini kita sukses barang tentu hari esok akan menjumpai kegagalan. Hal ini akan terus terjadi selama nafas kita masih membersamai raga hingga menuai peristirahatan yang panjang.

Sekarang kita telah  paham bahwa kesuksesan dan kegagalan senantiasa melingkupi kehidupan, menemani aktivitas dan menyertai setiap karya-karya yang kita buat. Tinggal bagaimana menjadikan kegagalan berbuah kesuksesan, kesuksesan berbuah keberkahan, hingga akhirnya berbuah kebahagiaan dan mengelola serta memulai kesuksesan dengan kepercayaan, keberanian dan kemauan yang disertai dengan kesungguhan.

Kita tidak akan pernah sampai pada kesuksesan bila tidak berani memulai, kegagalan akan terus berlanjut bila tidak mau menerima kenyataan akan adanya kegagalan, bila berhenti untuk mencoba dan mengulangi terus-menerus dengan memadukan cara lama dengan cara-cara baru dari pengalaman yang di dapat dalam kegagalan.

Sungguh menarik kisah Thomas Alva Edison dalam meraih kesuksesan untuk dijadikan pelajaran, bagaimana seorang Thomas berpikir untuk sukses dan belajar dari kegagalan di dalam menemukan karya yang monumental dan sangat dirasakan sekarang manfaatnya oleh seluruh dunia dengan temuannya yang berupa ‘bola lampu’. Padahal saat kecilnya ia gagal dari bangku sekolah formal, dikeluarkan dari sekolah karena dianggap sangat bodoh oleh gurunya. Akan tetapi seorang ibu dari Thomas berpandangan lain bahwa sebenarnya anaknya tidaklah bodoh dan ia akan membuktikannya serta mendidiknya.

Ternyata benar apa yang dipahami oleh ibu Thomas bahwa Thomas tidaklah bodoh, terbukti Thomas tumbuh dewasa dengan cerdas, kreatif dan penuh semangat. Thomas meraih kesuksesan dengan ribuan kali gagal dalam percobaannya di bangku sekolah non formal, namun yang paling menarik dicermati dari kisahnya ketika ia mengatakan “sebenarnya saya tidaklah gagal hanya saja saya telah menemukan 9.998 cara untuk menemukan bola lampu.”

Di sini kita belajar bagaimana Thomas memahami kegagalan, belajar dan menjadikan kegagalan itu sebagai cara untuk meraih kesuksesan. Dia menjadikan kegagalan pertama sebagai cara menggapai kegagalan kedua, ketiga dan  seterusnya hingga kegagalan ke-9.998, ia tidak pernah menyerah mempelajari kegagalan demi kegagalannya hingga meraih kesuksesan di angka 10.000 kurang satu dari percobaan yang dilakukan secara continyu atas dasar kepercayaannya bahwa setelah ada kegagalan pasti ada kesuksesan.

Dari kisah ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa kegagalan tidaklah untuk membuat kita menyerah, tapi kegagalan dijadikan sebagai motivasi yang membangkitkan semangat dan menjadi dasar dalam menemukan cara-cara baru untuk meraih kesuksesan. Maka modal dasarnya adalah kepercayaan, keberanian, kemauan, kesungguhan dan semangat yang membara serta visi yang jelas. Baru kemudian mempelajari dan memahami kegagalan itu agar berbuah kesuksesan.
“...Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang kafir.” (QS. Yusuf: 87).

Wendy el Jufri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • Popular
  • Categories
  • Archives